Selamat datang di Komunikasi Penyiaran Islam KPI C 2012
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL 1. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juni 2013

ARTIKEL 1


Nikmatnya Beribadah Bersama Alam
Oleh : Abdi Maulana Arizali/ 1112051000022/ abdi_geraksuki@yahoo.com  / 085781777595/ artikel 1/ KPI 2C/ 2012
Mungkin jika kita sholat di rumah, atau mushollah, atau masjid itu sudah biasa. Kita sholat di tempat-tempat itu saja bisa merasakan nikmatnya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bahkan, berdasarkan pengalaman orang-orang yang pernah ke Masjidil Haram, mereka merasakan kenikmatan yang luar biasa. Mereka beribadah diantara ribuan umat islam dari seluruh dunia. Apakah hanya tempat itu saja yang bisa menciptakan kehusyuk’an dalam melaksanakan sholat? Berikut ini akan saya berikan contoh lain berdasarkan pengalaman saya sendiri.
Sholat ditengah hutan. Hal itu sangatlah tidak lazim dalam kehidupan sehari-hari. Namun saya mendapatkan pengalaman itu saat sedang melakukan pendakian gunung. Saat itu saya melaksanakan sholat maghrib. Saya melaksanakan sholat dalam kegelapan & kesunyian. Setiap ucapan dalam sholat yang saya ucapkan, terasa sangat dekat dengan Allah SWT. Yang terdengar hanya suara Imam, suara angin, suara serangga, suara dedaunan yang bergesekan. Hanya bersinarkan sisa-sisa cahaya matahari di belahan bumi yang lainnya. Setiap doa dan dzikir yang saya ucapkan terasa membuat saya merasa sangat aman karena merasa sangat dekat dengan lindungan Allah SWT.
Sejak saat itu, saya merasakan betapa nikmatnya melaksanakan ibadah bersama dengan alam. Saya merasa setiap unsur kehidupan yang ada disana ikut beribadah kepada Allah SWT. Beribadah dalam kegelapan, dalam kesunyian, membuat kita menyadari betapa kita tidak berdayanya jika kita hidup tanpa unsur kehidupan yang lain. Beribadah dengan alam, membuat saya semakin menyadari betapa kecilnya saya dibandingkan dengan alam semesta. Beribadah dengan alam membuat saya semakin menghormati alam. Beribadah dengan alam membuat saya intropeksi diri. Beribadah dengan alam membuat saya merasa semakin dekat dengan nikmat Allah SWT. Setiap doa dan dzikir terasa semakin murni. Tanpa ada gangguan pikiran. Membuat kita semakin rileks.
Kita hidup di dunia ini harus selaras dengan makhluk hidup yang lain. Kita harus saling menjaga, merawat, dan menyayangi. Terutama untuk manusia yang telah diciptakan sebagai kholifah. Manusia harus mampu menyelaraskan setiap unsur kehidupan. Termasuk manusia dengan alam. Jika kita senantiasa menjaga, merawat, dan menyayangi alam, niscaya alam akan memberikan kita sumber daya yang sangat berguna bagi kehidupan kita semua. Alam akan menjadi tempat tinggal yang sangat nyaman dan bersahabat dengan manusia. Jika kita sebagai manusia bisa menjaga amanah Tuhan untuk menjaga dan merawat alam, niscaya nikmat yang tak terkira akan senantiasa Allah limpahkan kepada kita semua.
Lima Artikel/Brosur Terbaik
Artikel pertama yaitu artikel/brosur yang berjudul “Bersyukurlah! Manusia itu Hamba Allah dan Khalifah-Nya”. Dalam artikel/brosur ini dijelaskan kelebihan manusia sebagai ciptaan-Nya dibandingkan dengan ciptaanNya yang lain. Hal itu membuat kita sadar bahwa manusia harus bersyukur karena diciptakan menjadi hamba dan khalifah-Nya.
Yang kedua, artikel/brosur berjudul “Problem Dasar Manusia, Krisis Spiritual dan Solusinya”. Dalam brosur ini, dijelaskan bahwa manusia banyak mengalami permasalahankehidupan. Hal itu karena manusia mengalami krisis spiritual dan dalam brosur ini pun diberikan solusinya agar manusia dapat keluar dari problematika hidup itu.
Yang ketiga adalah artikel/brosur yang berjudul “Perjuangan Mencari dan Menemukan Allah ”. Brosur ini memaparkan mengenai bahwa pengetahuan tentang Allah bisa diperdalam sampai tak terbatas sehingga kita sebagai hambaNya harus mencari dan menemukan Allah.
Yang keempat, artikel/brosur berjudul “Manfaat dan Pentingnya Tahu, Kenal, Dekat, Bertemu Allah, dan Menjadi Kekasih Allah”. Brosur ini menjelaskan survei-survei mengenai apa yang manusia ketahui tentang Allah dan solusi agar dapat mengenal Allah lebih dekat lagi.
Yang kelima, artikel/brosur yang berjudul “Ada Hubungan Apa Manusia dengan Allah?”. Isi brosur ini menjelaskan pertanyaan-pertanyaan mengenai apa saja aktifitas Allah dan jika wujud Allah itu nyata apakah manusia bisa lebih dekat mengenal Allah? Serta dalam brosur ini juga dijelaskan mengenai upaya untuk mengenalkan, mendekatkan, dan mempertemukan manusia dengan Allah.


artikel 1

Nama          :  Novi Fitriani
Kelas           :  KPI 2C
NIM            : 1112051000147
  ARTIKEL 1


SUDAHKAH ANDA MENJALANI IMAN, ISLAM, DAN IKHSAN SECARA SEMPURNA ???
Kita mengenal istilah Iman, Islam dan Ihsan, yang pada hakekatnya adalah suatu proses perjalanan pengalaman keberagamaan kita yang berjenjang diawali dengan tingkat Iman, kemudian ke tingkat Islam, setelah  itu puncaknya adalah tingkat Ihsan.
Tingkat pertama yang harus dijalani adalah tingkat Iman, yaitu dimana seseorang harus mengimani apa yang termaktub dalam rukun iman, yaitu iman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Hari Kiamat-Nya dan Takdir-Nya.
Iman artinya percaya. Logikanya, keimanan atau kepercayaan itu akan tumbuh dalam diri seseorang, kalau dia sudah membuktikan apa yang ia imani, inilah yang dinamakan Isbatul Yakin (keyakinan berdasarkan bukti secara langsung). Diantaranya kita kadang mengimani keberadaan rukun Iman itu, hanya berdasarkan kata-kata yang didengar melalui telinga, misalnya dari kecil kita sudah mendengar kata “Allah”, “Malaikat”, ”Rasul”, dan lain sebagainya, kemudian hal tersebut diyakini keberadaannya, padahal kita selama ini belum pernah melihat Allah, Malaikat-Nya, dan Rasul-Nya. Inilah yang disebut dengan Iman berdasarkan pendengaran (Agama Samawi).
Tingkat kedua yang harus dijalani adalah tingkat Islam, yaitu dimana seseorang telah beriman kepada apa yang termaktub dalam rukun Iman berdasarkan Isbat, mulai menjalankan rukun Islam, yang termaktub dalam rukun Islam yaitu Syahadat, Salat, Zakat, Shaum dan Haji. Islam mempunyai arti Damai, Pasrah, dan Lunas Hutang. Semua ritual Islam itu pada hakekatnya adalah simbol-simbol yang menjembatani antara dunia spiritual/keimanan (kesalehan spiritual) dengan dunia sosial/keihsanan (Keshalehan Sosial). Diantara kita kadang ada yang melakukan ritual Islam yang termaktub dalam rukun Islam, hanya sebatas untuk menggugurkan kewajiban saja, sehingga hakekat dan tujuan akhir dari simbol-simbol ritual Islam tersebut tidak tercapai. Misalkan kita sering bersyahadat palsu, bersholat tapi tidak terhindar dari perbuatan keji dan mungkar, berzakat tapi tidak membesihkan diri dari sifat-sifat tidak terpuji. Bershaum tapi tidak bisa menahan diri dari perilaku negatif. Berhaji tapi tidak berbuat kebajikan,. Sehingga walaupun kita sering melakukan ritual rukun Islam dengan baik dan teratur, tetapi kita tidak juga menjadi orang baik (Ihsan).
Oleh karena itu marilah kita tingkatkan keIslaman kita ke tingkat yang lebih tinggi yaitu ke tingkat Ihsan. “Hai sekalian orang yang beriman, masuklah kedalam Islam secara kafah.....” (QS 2 : 208)
Tingkat ke tiga yang harus dijalani adalah tingkat Ihsan, yaitu dimana seseorang yang telah beriman dan berislam yang termaktub dalam rukun iman dan rukun islam, mulai mengaplikasikan nilai-nilai keimanan dan keislamannya itu dalam kehidupan sosial kemasyarakatannya, dimana ia selalu berperilaku sebagai orang baik (muhsin) dengan mengikuti norma-norma yang berlaku dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara, dengan didasari bahwa semua perilakunya selalu merasa seolah dilihat sdan diperhatikan oleh Allah Swt.
Ada beberapa brosur yang menurut saya sangat bagus dan baik untuk dibaca, diantaranya: Manusia itu hamba Allah dan khalifah-Nya, menjadi hamba Allah itu pilihan yang harus diperjuangkan, Fakta yang belum diketahui dan belum terfikirkan, Fakta yang belum diperhatikan dan dimanfaatkan, Fakta yang belum disadari dan diperhatikan.
Mengapa saya memilih judul-judul tersebut. Karena, menurut saya, didalam Al-Quran juga telah dijelaskan bahwa sudah seharusnyalah kita menyembah Allah SWT, sebagaimana Allah berfirman dalam Kitab-Nya: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS. 51:56) Tanpa mengenal Allah, kita tidak bisa menjadi hamba-Nya yang baik dan benar begitu juga hamba yang dicintai-Nya. Manusia juga sebagai khalifah yang diberi kemampuan untuk mengatur, membimbing dan memerintah segala apa yang diperintahkan Allah dan segala apa yang dilarang oleh-Nya.
Janganlah sekali-kali manusia melupakan Tuhan-Nya, karena jika manusia lupa Tuhan-Nya maka dia lupa akan dirinya sendiri. Dan janganlah membuat hawa nafsu yang ada dalam diri manusia sebagai Tuhannya. Karena Allah hanya memerintahkan agar selalu patuh, taat dan menyembah kepada Allah.
Manusia itu sebenarnya bergantung secara total dengan Allah, bergerak dan digerakan dengan kekuatan Allah,  dibimbing, ditolong dan  dilindungi oleh Allah. Manusia seharusnya sadar akan hal ini.

artikel 1


Nama: M. Hamzah Hasbi
E-mail: hamzahasbi@yahoo.com
No.HP: 0856 9737 5471

Tujuan Allah Menciptakan Manusia

Dia berkata, 'Tuhan kami ialah yang memberi kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian Dia memberi petunjuk.' (QS. Thaha [20]: 50).
Allah Swt memberikan apa saja yang dibutuhkan secara primer kepada tiap-tiap sesuatu, dan pokok kedua adalah segala sesuatu telah diberi petunjuk oleh Allah Swt sekiranya ia menggunakan seluruh potensinya untuk melestarikan hidup dan mencapai puncak tujuan yang seyogianya.
Apa kalian mengira bahwa sessungguhnya Kami menciptakan kalian sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami lagi. (QS. Al-Mukminun [23]: 115).
Apakah manusia mengira bahwa dia akan ditinggalkan begitu saja. (QS. Al-Qiyamah [75]: 36).
Sebagian ayat Al-Qur'an mengungkapkan rahasia penciptaan secara lebih detil dan terperinci, antara lain:
Yang menciptakan kematian dan kehidupan supaya Dia menguji kalian siapakah yang lebih di antara kalian amalnya? Dan Dia Maha Perkasa Maha Pengampun. (QS. Al-Mulk [67]: 2).
Maksud dari ujian Tuhan bukanlah penyingkapan rahasia-rahasia yang tersembunyi, melainkan adalah menyediakan sarana dan prasarana untuk mengembangkan potensi serta mengantarkannya kepada realitas. Hal itu karena manusia adalah makhluk yang berikhtiar dan kesempurnaannya bersifat pilihan intensional. Tuhan menguji manusia dengan menyediakan semua syarat dan prasyarat untuk memilih jalan yang baik atau buruk baginya, agar dengan itu potensi-potensi dirinya terealisasi dan dia dapat memilih jalan yang benar.
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56).
Menurut pandangan dunia Al-Qur'an, setiap gerakan dan perbuatan positif yang dilakukan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Swt adalah ibadah. Ibadah tidak terbatas pada ritual-ritual khusus seperti doa dan munajat.

Berikut ini adalah lima tulisan terbaik yang saya ambil dari beberapa brosur artikel:
1.      Pertama saya memilih brosur tentang rahasia Allah yang belum kita ketahui.
Kenapa saya memilih ini sebagai yang terbaik karena memang benar  banyak rahasia Allah yang belum kita ketahui. Seperti Allah itu Ralitas yang sebenarnya, Al-Haqq, kenyataan yang sebenarnya, wajibul wujud bi Dzatihi (Wajib wujud-Nya dari segi diri-Nya sendiri).

2.      Problem dasar manusia, krisis spiritual dan solusinya.
Kenapa saya memilih brosur ini sebagai salah satu yang terbaik, karena di dalam brosur ini dijelaskan beberapa masalah-masalah tentang problem dasar manusia yang mengidap krisis spiritual dalam dirinya, yang disebabkan oleh beberapa hal. Karena manusia memiliki keterbatasan , kelemahan dan juga nafsu dan setan. Hal ini yang membuat seseorang mengalami krisis spiritual dalam dirinya.

3.      Puncak pengalaman pertemuan dengan Allah Menjadi Hamba Allah, kekasih Allah, Dan khalifahnya.
Saya pilih ini karena ini berhubungan dengan brosur yang di atas. Menjadi hamba Allah itu bukan berarti menjadi pelayan Allah namun menjadi hamba Allah itu beratiia menjadi pelayan dan dilayani dirinya sendiri, karena sesungguhnya Allah itu maha sempurna tidak memerlukan pelayan.

4.      Fakta yang terlupakan dan tak terpikirkan.
Kadang memang kita sebagai manusia kita bisa lupa akan sesuatu apalagi akan pengetahuan kita tentang agama, saya memilih ini karena disini dijelaskan fakta kenapa kita melupakan apa yang seharusnya tidak melupakan tentang ketentuan - ketentuan Allah.

5.      Menjadi Hamba Allah itu Pilihan yang harus diperjuangkan.
Terakhir saya memilih ini sebagai yang terbaik karena kita jika sudah yakin akan adanya Allah maka sudah sepantasnyalah kita menjadi Hamba Allah dan itu patut diperjuangkan. Kalau sudah di perjuangkan maka kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah.

artikel 1


Takwa, Bekal Terbaik Menuju Surga
Kematian adalah peristiwa yang pasti akan kita alami. karena hal itu memang menjadi sifat alami dalam kehidupan, bahwa segala bentuk yang memiliki jiwa akan mengalami kematian (QS. 21:35)
Manusia tidak akan abadi, manusia dekat dengan kematian, dan kehidupan di dunia ini bukanlah akhir dari perjalanan panjang. Dunia ini hanya tempat transit manusia sementara, sebelum menuju kehidupan yang abadi diakherat. Manusia seperti seorang musafir, yang akan melakukan perjalanan jauh di akherat.  maka dari itu beruntunglah bagi manusia yang dalam hidupnya didunia ini digunakan untuk  membekali dirinya menuju alam akherat tesebut. Dan merugi orang-orang yang tidak mempersiapkan bekal itu dengan sebaik-baiknya. Sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa (QS. 2:197).
Takwa merupakan kata kunci dalam kehidupan ini untuk menuju kehidupan yang akan datang. Untuk itu hendaknya manusia menjadikan takwa sebagai visi dan misi dalam kehidupan. Seseorang yang telah memiliki karakter takwa dalam dirinya, dia telah memiliki maqam yang sangat tinggi dalam kehidupannya.
Banyak manfaat dan faedah yang telah dijanjikan oleh Allah bagi orang-orang yang bertaqwa: Allah akan memberikan jalan keluar bagi setiap persoalan dan problematika dalam kehidupannya (QS. 65:2). Allah akan memudahkan segala urusannya. Serta Allah akan mengampuni segala dosa-dosanya. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa (QS. 3:76)
Jika manusia mau memperhatikan pada dirinya masing-masing, maka akan mendapatkan betapa besar perhatian dan kasih sayang serta kecintaan Allah kepada manusia. namun, pada saat yang sama betapa kecil dan sedikitnya syukur dan ibadah manusia kepada-Nya. Betapa banyak karunia dan nikmat yang telah Allah berikan, namun betapa sedikitnya ketaatan dan pengabdian yang manusia persembahkan untuk-Nya. Justru setiap kali karunia Allah itu turun kepada manusia pada saat yang sama maksiat dan dosa manusia naikkan kepada Allah. Setiap kali Allah membukakan pintu taubat dan rahmat-Nya pada saat yang sama pula, manusia menutup mata hati dan tidak mau bertaubat kepada-Nya.
Maka dari itu, Marilah kita bersama-sama kembali kepada Allah, marilah kita meningkatkan kecintaan kita kepada Allah. Marilah kita bersama-sama tingkatkan rasa ketakwaan kita kepada-Nya, Yakni dengan menjadikan seluruh aktifitas dan pekerjaan kita semata-mata hanya untuk Allah, serta membiasakan diri dengan akhlak yang mulia. Karena hanya dengan ketakwaan kepada-Nya kita dapat menggapai kebahagiaan dalam kehidupan didunia dan akherat. Pada akhirnya, Semoga kita dijadikan hamba yang selalu bertakwa kepada-Nya, dan tidak dimatikan kecuali dalam keadaan muslim. Amin Ya Rabbal A’lamin.

m.miqdad

artikel 1


Nama   : Sri Hayati/shayati44@yahoo.co.id/087883053235              NIM : 109051000015
Tugas   : Artikel1_KPIC/2012-2013

PENGALAMAN BERIMAN, BERISLAM DAN BERIKHSAN
“Beribadah tidak Hanya di waktu Sulit”
            Beribadah adalah kegiatan yang wajib dilakukan oleh semua umat Islam dengan ikhlas, penuh keyakinan dan mengharapkan ridho Allah tanpa dimaksudkan untuk mendapatkan maksud yang diinginkan. Karena tidak sedikit umat atau seseorang yang melaksanakan kegiatan ibadah hanya pada saat sedang menginginkan sesuatu agar bisa tercapai dan terpenuhi, dan setelah mendapatkannya maka akan lupa bahkan sama sekali tidak melakukan ibadah kembali. Itulah sebabnya dikatakan bahwa beribadah harus dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tanpa mengharapkan apa-apa selain ridho dari Allah SWT.
            Kegiatan beribadah pada saat ini kadang menjadi salah persepsi atau anggapan, bahkan disalah artikan hanya sebagai sarana untuk mendapatkan sesuatu tanpa melihat kembali makna dan kandungan yang sebenarnya. Inilah yang menyebabkan pada akhirnya mereka yang beribadah dengan tidak ikhlas akan kecewa jika apa yang diharapkan tidak terwujud, tanpa mengambil hikmah yang terkandung dalam kegagalan tersebut.
            Jika seseorang sudah merasa gagal dalam mencapai tujuannya melalui beribadah, maka akan hilang keyakinan dalam dirinya bahwa beribadah hanyalah sesuatu yang sia-sia. Tentunya hal ini sangatlah naïf karena ibadah adalah kewajiban, jika ada kewajiban maka ada hak yang didapatkan oleh si pelaku ibadah tersebut tanpa bisa diketahui kapan dan apa yang akan Allah berikan kepadanya.
            Jika seseorang jarang atau sama sekali tidak pernah melakukan kegiatan beribadah akan dipastikan dia mempunyai kadar keimanan yang tipis, sehingga wajar jika pada saat sekali saja melakukan ibadah dan keinginannya tidak terkabul akan timbul pikiran dan sangkaan yang negatif terhadap penciptanya. Karena untuk mendapatkan keimanan memerlukan pondasi yang kuat, bagaimana cara agar seseorang tersebut bisa mendapatkan “bahan” pondasi yang kuat? Yaitu dengan beribadah dan ikhlas dalam menerima segala cobaan hidup.




5 Brosur yang Menarik serta Alasannya:

1. “ RAMAI – RAMAI BERTEMU ALLAH”
            Brosur ini sangat menarik sekali karena membuat pembaca bertanya – tanya pada dirinya sendiri, “apakah benar kita bisa bertemu dengan Allah?, bagaimana caranya kita bisa bertemu dengan Allah?, dan apakah semua orang tanpa adanya batasan dan tolak ukur bisa untuk bertemu dengan Allah?”.
2.“ FAKTA YANG BELUM DIKETAHUI DAN BELUM TERPIKIRKAN”
          Saya sangat setuju dengan apa yang ada di dalam brosur ini, sangat benar sekali bahwa siapa yang mengetahui yang mutlak maka ia mengetahui tiada sesuatu pun bersamanya, siapa yang menyadari hubungannya dengan yang mutlak, pasti bisa merasakan dan mengalami ketergantungannya secara total pada kekuatan Allah. Dan ia pun pasti bisa merasakan tidaklah bisa hidup, bergerak, dan beraktifitas kecuali dengan kekuatanAllah.
3.“ MANUSIA ITU HAMBA ALLAH DAN KHALIFAHNYA”
          Brosur ini sudah cukup jelas dan informatif bagi yang membacanya, disini dijelaskan bahwa manusia itu sebagai makhluk yang diberi kesanggupan untuk memilih, menguasai, mengatur, mengerjakan, menjalani, mengalami, dan mendapatkan apa yang diinginkannya.
4.“ FAKTA YANG TERLUPAKAN DAN TAK TERPIKIRKAN”
          Brosur ini sangat bagus untuk mengingatkan kita kepada Allah. Karena masih banyak orang-orang yang sibuk dengan kehidupan di duniawi sehingga melupakan kehidupan yang kedua yaitu diakhirat. Sebagai khalifah sudah sewajibnya kita selalu mengingat Allah dalam mengerjakan sesuatu, karena jika bukan karena Allah kita tidak bisa melakukan apa yang diinginkan oleh kita.
5. “ PERJUANGAN MENCARI DAN MENEMUKAN ALLAH”
          Brosur ini sangat memotivasi karena memang kita manusia sebagai khalifah sudah sewajibnya selalu mendekatkan diri kepada Allah, dengan cara selalu menjalankan sesuatu yang diperintahkan olehnya dan menjauhi sesuatu yang dilarang olehnya.